Adapun para
dokter yang populer pada masa itu antara lain:
·
Abu Zakaria Yuhana bin Miskawaih, seorang ahli
formasi di rumah sakit Yunde Shafur.
·
Sabur bin sahal, direktur rumah sakit Yunde Shafur.
·
Hunain bin Ishak (194-264 H/ 810-878 M) seoranng
ahli penyakit mata ternama.
·
Abu Zakaria Ar-Razy kepala rumah sakit di Bagdad
dan seorang dokter ahli penyakit campak dan cacar, dan dia juga orang pertam
yang menyusun buku mengenai kedokteran anak.
·
Ibnu Sina (370-428 H/ 980-1037 M). Ia seorang
ilmuan yang multi dimensi, yakni selain mengasai ilmu kedokteran, juga
ilmu-ilmu lai, seperti filsafat dan sosiologi. Ibnu Sina berhasil menemukan sistem
peredaran darah pada manusia diantara karyanya adalah Al- Qur’an fi al
rhibb yang merupakan ensiklopedi kedokteran paling besar dalam sejarah.[7]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar