perpustakaan umum dan diberi nama
”Darul Ilmi” yang berisi buku-buku yang tidak terdapat di perpustakaan lainnya.
Pada masa Al-Ma’mun inilah Bagdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu
pengetahuan, kekota inilah para pencari datang berduyun-duyun, dan pada masa
ini pula kota Bagdad dapat memancarkan sinar kebudayaan dan peradaban Islam
keberbagai penjuru dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar