Pada zaman
keemasan islam, aktivitas-aktivitas kebudayaan pendidikan Islam tidak
mengizinkan teologi dan dugma membatasi ilmu pengetahuan mereka, mereka
meyelidiki setip cabang ilmu pengetahuan manusia, baik psikologi, sejarah,
historiografi, hukum, sosiologi, kesustraan, etika, filsafat, teologi,
kedokteran, matematika, logika, seni, arsitektur.
Sejalan dengan perkembangan zaman dan tingkat kebutuhan, mendirikan
madrasah dianggap krusial. Pendirian lembaga pendidikan tinggi islam ini
terjadi di bawah patronase wazir Nizam Al-Mulk (1064 M). Biasanya sebuah
madrasah dibangun untuk seorang ahli fiqih yang termasyhur dalam suatu mazhab
yang empat. Umpamanya Nuruddin Mahmud bin Zanki telah mendirikan di Damaskus
dan Halab beberapa madrasah untuk mazhab Hanafi dan Syafi’i dan telah dibangun
juga sebuah madrasah untuk mazhab ini di kota Mesir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar